Mengurai Kesesatan Syiah di Sampang Madura Dalam Perspektif Media Massa

  • Fatlul Latif
Keywords: Konflik, Sunni, Syiah, Sampang, Madura

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tentang kesesatan, program dakwah, kronologi dan penyebab konflik Sunni dan Syiah Sampang Madura, dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini sepenuhnya memanfaatkan kepustakaan (library Research) dengan menggunakan metode dokumentasi, dengan instrumen beberapa buku rujukan seperti buku, kitab, dan hasil investigasi yakni dengan mengumpulkan data-data dari media tentang Syiah Sampang. Pengolahan dan analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan dan membandingkan data yang telah diperoleh. Kesimpulan penelitian adalah pandangan keagamaan masyarakat sampang cenderung konservatif tradisional dan monolitik yang belum siap menerima pandangan keagamaan lain yang berbeda dengan mainstream (aliran utama). Minimnya pengetahuan yang benar tentang Syiah membuat sebagian masyarakat menerima begitu saja informasi negatif tentang syiah, kultur budaya kekerasan yang masih lekat di tengah masyarakat Sampang membuat mereka mudah terprovokasi. Kurangnya peran mediasi MUI dan kementerian agama setempat dalam mengayomi anggota masyarakat yang berbeda keyakinan dan terjadinya kontestasi massa dan perebutan otoritas keagamaan antara pemimpin Syiah Sampang Tajul Muluk dengan kyai kyai lokal.

References

Affan, Mohammad dkk. Bara di Pulau Garam: Mengurai Konflik Syiah-Sunni di Sampang Madura. Yogyakarta: Suka-Press, 2014.
Coser, Lewis A. The Function of Social Conflict. Glencoe: Free Press, 1956.
Djamaluddin, M. Amin. Kesesatan Aqidah dan Ajaran Syi’ah di Indonesia. Jakarta: Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. 2012.
Durkheim, Emile. The Elementary Forms of the Religious Life. London: Allen and Unwin,1976.
Ryan, William. Blaming the Victim. New York: Knopf Doubleday Publishing Group, 1976.
Taufiqurrahman. Islam dan Budaya Madura: Makalah Annual Conference on Contemporary Islamic Studies. Bandung, 2 Kemenag, 2006.
Wiyata, A. Latief. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara, 2002.
Wiyata, A. Latief. Madura Patuh? Kajian Antropologi Mengenai Budaya Madura. Jakarta: Ceric-Fisip UI, 2003.
Bhawono Aryo dkk. “Yang Mulia dan Yang Sesat”, Majalah Detik, edisi 40, 3-9 September 2012.
Hamdi, Ahmad Zainul. “Klaim Religious Authority dalam Konflik Sunni-Syi’i Sampang Madura”, Jurnal Islamica, Vol. 6, No. 2, Maret 2012.
Hikmat Isfari, “Jalaluddin Rakhmat: Sampang Bukan Persoalan Keluarga”, Majalah Detik edisi 40, 3-9 September 2012.
Antara, Monique Shintami. “Menteri Agama: Saya Tak Pernah Katakan Syiah Sesat”, Majalah Detik edisi 40, 3-9 September 2012.
Akbar, Cholis. “Kisah Tajul Muluk dari Sampang”, diakses pada tanggal 1 September 2012 dari www.hidayatullah.com
Bisri, Musthofa. “Pesantren Syiah di Sampang Madura Dibakar Massa”, diakses 29 Desember 2011 dari www.tempo.co
Husaini, Adian. “Kisah Tajul Muluk dari Sampang”, diakses 1 September 2012 dari http://www.Hidayatullah.com
Prihandoko. “NU Anggap Konflik Sampang Masalah Keluarga”, diakses pada 28 Agustus 2012 di www.tempo.co
Sundari. “Budaya Carok Sampang Perkeruh Keadaan”, diakses pada tanggal 27 Agustus 2012 dari www.tempo.co
Surabaya, Kontras. “Laporan Investigasi dan Pemantauan Syi’ah Sampang”, 2012 diakses dari www.kontras.org
Susilo Harry. “Curahan Hati Anak Sampang Untuk Presiden”, di akses 16 Juli 2013, dari www.kompas.com
Wadrianto, Glory K. “Gubernur Dukung Relokasi Jemaah Syiah Sampang”, diakses 15 April 2011dari www.kompas.com
Published
2017-08-18
Section
Artikel